Dulunya Angker Sekarang Jadi Ramai Dikunjungi
Wilayah yang dulunya merupakan pabrik pengolahan kulit kina dan menjadi simbol kejayaan kampoeng Tjikembang, sempat menjadi tempat yang terlihat kumuh bahkan pernah terkesan angker akibat terhentinya kegiatan pabrik.
Mulai sekitar tahun dua ribuan, lokasi pabrik tampak semakin semerawut dan terjadi pembongkaran liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Besi-besi penyangga bangunan dibongkar habis enta oleh siapa. Dalam waktu singkat bangunan pabrikpun hancur dan berubah menjadi reruntuhan bangunan yang ditumbuhi ilalang liar dan tidak terawat lagi.
Ternyata perubahan itu membuat generasi milenial banyak bertanya, seperti apa sii dulunya lokasi ini?, dengan penasaran, pada akhirnya banyak ramaja yang beranjak dewasa semakin bertanya dan berusaha menguak apa yang terjadi sesungguhnya, sehingga mereka tidak sempat melihat bangunan tua dengan kandungan nilai sejarah yang tinggi bagi kampung kelahirannya ini.
Saya masih ingat obrolan yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu dengan salah seorang warga yang kini menjadi tokoh pemuda dan menggerakan kegiatan kepemudaan di kampung ini, H. Tamim Samsudin "Lamun urang teu ngamimitian ngabebenah lembur ieu, rek kumaha anak incu urang, tong jauh lah 5-10 taun ka hareup, pasti geus jadi generasi anu ancur anu tue boga rasa paduli kana kaayaan lemburna sorangan" dia mengingatkan.
Seiring waktu dan bangkitnya kesadaran warga akan tanggung jawab untuk mengelola lingkungannya kini sedikit demi sedikit mulai terlihat. Perubahan disetiap sudut Padumukan Cikembang mulai ngawujud (menjadi kenyataan). Kegiatan kebersihan mulai digalakan dengan melibatkan kaum milenial bersama-sama warga yang lainnya, seperti Mingsih, Sabsih maupun jumsih bermunculan ditiap RW.
Kaum muda mulai bangkit, hingga muncul gagasan bersama untuk memiliki wadah yang bisa menjadi sarana berbagi ide dan gagasan bersama, wadah yang bisa jadi tempat berkumpul bagi para remaja dan pemuda untuk mencurahkan segala pikiran dan kreatifitasnya. Kemudian lahirlah IKATAN MUKTAMIRIN ANTAR MASJID (IKMAM) yang sekarang di nakhodai oleh Ust. Ahmad Syuhada salah seorang tokoh pemuda sekaligus pengasuh di Majlis Taklim Al-Ikhlas.
Munculnya IKMAM sebagai pendorong, penyemangat sekaligus sebagai pelaku perubahan lembur, mulai menunjukan hasilnya. Dari sini banyak muda-mudi yang mulai berkumpul bersama, mulai mengorganisir dirinya dan mulai melakukan sesuatu yang menunjukan keinginannya untuk mengelola kampung halamannya.
Dari wasilah IKMAM ini, para penggerak kepemudaan berasama sama asatidz disetiap mesjid, telah memunculkan berbagai kegiatan kemasyarakatan dari lingkup yang terkecil hingga yang akbar dan digarap secara bersama-sama dengan melibatkan semua elemen warga, dari anak, remaja hingga dewasa.
IKMAM pun telah mendorong munculnya Karang Taruna yang resmi dibentuk untuk mengedukasi para remaja dan pemuda terkait kehidupan sosial yang ada diwilayahnya.
Dari tangan muda mudi yang tergabung dalam wadah Karyasatia ini, lahirlah kegiatan yang menggerakan kaum mudanya untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan salah satunya adalah membenahi area Desel / area yang dulu merupakan pabrik pengolahan kulit kina yang beberapa waktu lalu sempat tidak terawat.
Sepintas dari rencana yang terdengar, bahwa dilokasi ini akan ada taman baca yang dalam pelaksanaannya langsung dikelola oleh muda-mudi Karang taruna Karyasatia yang dipimpin oleh Maman Setiawan.
Penataan kini sedang dilakukan, perubahannya sudah mulai terlihat, setiap hari selalu ada beberapa orang remaja yang sedang melakukan banyak hal disana. Dari diskusi hingga selfi bareng, semuanya terlihat dengan jelas menyiratkan semangat kaum muda untuk melakukan perubahan pada kampung halamannya kearah yang lebih baik.
Sebagai warga padumukan Cikembang, kini aku semakin bangga dan semakin semangat mengikuti setiap perubahan, gagasan dan kegiatan yang dilakukan. Semoga ke depan, kampung ini menjadi kampung yang harum di dunia seharum namanya CIKEMBANG. Aminn.
mantaaaaaap, semoga hal-hal yang berkaitan dengan desa Cikembang tetap update dan tersedia baik di media cetak, sosial dll. terutama tentang kelengkapan profil desa. semoga lebih baik :)
BalasHapusTerimakasih atas kunjungan dan komentarnya. Semoga kedepannya kita bisa saling berbagi informasi mengenai ide pengembangan pembangunan yang ada di Desa kita masing-masih.
BalasHapus