Peluang Dan Masalah Usaha Tani Di Desa Cikembang
Sampurasun baraya padumukan Cikembang! Pada postingan kali ini kita akan mencoba menerawang Peluang Dan Masalah Usaha Tani Di Desa Cikembang. Khususnya yang dihadapi oleh para petani kentang.
Lahan pertanian yang terhampar di wilayah kecamatan Kertasari sedari dulu sudah menjadi identitas yang tidak bisa digantikan dengan sesuatu yang lain.
Bertani merupakan pencaharian utama bagi masyarakat di Kecamatan ini, khususnya Desa Cikembang. Sehingga kebutuhan akan lahan pertanian ini menjadi kebutuhan utama untuk membangun ekonomi masyarakatnya.
Kentang masih menjadi komoditi unggulan setiap petani, selain tanaman sayuran yang lain. Kendati harus mengeluarkan biaya yang tinggi, namun komoditi ini memberikan harapan hasil yang lebih besar dari komoditi yang lainnya.
Walau pada kenyataannya, saat ini para petani sedang dihadapkan dengan kenyataan pluktuasi harga pasar yang sering tidak sesuai dengan harapan.
Pada saat ini misalnya, harga kentang hanya dipatok antara Rp 6000 sampai Rp 7000 saja per kilogramnya, menurut perhitungan para petani, ini bukan tidak ada untung, tetapi hasil lebih dari modal yang dikeluarkan sangat tipis.
Bahkan bila ditambah dengan hasil produksi yang kurang memuasakan bisa jadi modalpun tidak kembali dengan utuh.
Lepas dari persoalan itu, banyak masyarakat di Desa Cikembang yang berhasil membangun ekonomi keluarganya dengan bertani.
Sehingga pertanian adalah sebuah pencaharian yang tidak boleh dilepaskan oleh siapapun di Desa ini, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki lahan untuk bertani sekalipun.
Mereka (yang tidak punya lahan) biasanya menjadi pemasok permodalan dengan melakukan kerjasama bersama petani pemilik lahan.
Sistem Kerja Sama Bertani Kentang
Untuk para petani yang memiliki lahan dan permodalan yang optimal, pasti akan menjalankan usaha taninya dengan mengerahkan sumberdaya yang dimiliki sendiri.
Tetapi bagi petani yang kebetulan kekurangan permodalan sangat berbeda. Umumnya para petani kelas menengah ke bawah akan mencari permodalan untuk menjalankan usaha taninya.
Salah satunya adalah tawaran kerja sama menjalankan usaha tani ini dengan para pemiliki modal. Kerja sama ini biasanya diistilahkan dengan NENGAHKEUN.
Sistem Negahkeun merupakan solusi paling dekat untuk para petani kelas menengah ke bawah, kendati satu dua dari kelas atas juga melakukannya, namun dengan skala yang lebih besar tentunya.
Dalam system NENGAHKEUN ini masing masing dari pemilik lahan dan pemilik modal diikat dengan kesepakatan. Dimana masing-masingnya memiliki kewajiban berbeda.
Pemilik lahan berkewajiban menyediakan dan menggarap lahan, menyediakan pupuk kandang (TANDON = istilah petani lokal) serta biaya penyemprotan.
Sementara pemilik modal berkewajiban menyediakan Bibit dan Pupuk Kimia buatan (emes).
Seringkali pemilik modal menanggung semua pembiayaan, mulai dari biaya untuk menggarap lahan, penyediaan pupuk kandang dan pengobatan. Kemudian ketika hasil panen sudah didapatkan, maka pemilik lahan akan membayar kewajibannya yang ditanggung oleh pemilik modal ini dari bagian hasil yang didapatkan.
FAKTA
Sektor usaha tani merupakan pencaharian yang telah memberikan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dipedesaan khususnya. Namun, hal ini sangat bergantung pada peran pasar yang bisa menjaga keseimbangan harga. Baik harga beli produk pendukung usaha tani maupun harga jual untuk hasil pertanian itu sendiri.
Oleh karenanya peran pemerintah sangat diharapkan disini. Dimana, seringkali para petani dipusingkan dengan tingginya harga bahan / produk-produk penunjang pertanian seperti pupuk buatan dan pupuk semprot.
Disisi lain, harga pasar untuk hasil komoditi pertanian sering mengalami penurunan, sehingga memberikan dampak tersendatnya laju kesejahteraan masyarakat di wilayah pertanian ini.
Peran control dari pemerintah ini sangat dipenting lebih ditingkatkan, agar bisa membantu menggenjot kesejahteraan masayarakat petani dipedesaan serta menjadi salah satu yang bisa mengurangi angka pengangguaran di negeri ini.

Posting Komentar untuk "Peluang Dan Masalah Usaha Tani Di Desa Cikembang"